Trik Menghadapi Balita Susah Makan

Balita susah makan merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi setiap ibu. Dan sepertinya, hampir sebagian besar balita akan memasuki fase susah makan serta pilih-pilih makanan alias picky eater. Meskipun, dalam tahap awal pemberian MPASI-nya, si kecil tampak baik-baik saja.

Balita susah makan ternyata adalah perilaku yang cukup normal. Definisi “susah makan” atau pilih-pilih makanan ini sendiri bisa jadi sebenarnya adalah proses belajar si kecil mengembangkan selera makan mereka. Hanya saja, Mam mungkin merasa kebutuhan si kecil tidak dapat tercukupi optimal jika cuma makanan itu-itu saja yang dipilihnya. Memang benar, sebagai orangtua, sewajibnya kita mengenalkan beragam makanan sehat agar si kecil juga bisa mengembangkan pola hidup sehat.




Menghadapi balita yang susah makan membutuhkan kesabaran dan ketelatenan Mam untuk mencari solusinya. Tidak ada cara instan untuk mengatasi permasalahan ini. Tidak juga melewati vitamin penambah nafsu makan, madu pembuat anak lahap makan, dan sejenisnya. Yang perlu Mam observasi adalah mencari akar permasalahan mengapa si kecil menjadi picky eater, atau susah makan. Lalu berusaha mencari solusi yang tepat dari permasalahan tersebut.

Beberapa penyebab si kecil susah makan, antara lain:

  • Ada gangguan pada rongga mulutnya, seperti sariawan atau sedang tumbuh gigi. Beri si kecil makanan yang lebih lembut dan dingin untuk meringankan radang gusi akibat erupsi giginya. Untuk sariawan, bisa jadi karena asupan vitamin C si kecil yang kurang. Mam bisa memeriksakan si kecil ke dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat.
  • Kenyang camilan. Balita memang sebaiknya memiliki 2x waktu untuk snacking. Namun, bisa jadi camilan tersebut terlalu berat atau mendekati jam makannya. Mam perlu sedikit mengatur jadwal pemberian camilan.
  • Si kecil pasca atau sedang sakit. Ketika si kecil sakit atau baru saja sembuh, memang akan sedikit mengalami penurunan selera makan. Dibutuhkan sedikit kesabaran Mam untuk mengembalikan minat makan si kecil, seiring membaiknya kondisi tubuhnya.
  • Kekurangan zat besi. Semenjak usia 6 bulan, pasokan zat besi dari ASI akan menurun dengan drastis. Padahal, zat besi sangat diperlukan bagi tumbuh kembang si kecil. Kekurangan zat besi dalam kondisi berat dapat membuat si kecil mengalami anemia, dan kehilangan nafsu makannya. Oleh karena itu, perlu sekali memasukkan protein hewani daging sapi dan sumber-sumber zat besi lainnya dalam menu MPASI, sedini mungkin.


Penyebab si kecil susah makan dan picky eater bisa sangat berbeda dengan anak-anak lainnya. Permasalahannya pun bisa jadi sangat kompleks dan unik pada setiap anak. Pemberian penambah nafsu makan tidak bisa serta merta menyelesaikan permasalahan ini, jika tidak diikuti langkah mengatasi akar masalahnya.

Tips Menghadapi Balita Susah Makan dan Picky Eater

Mam pasti merasa cemas jika kondisi si kecil yang pemilih membuatnya kekurangan nutrisi seimbang. Beberapa tips berikut mungkin bisa Mam adaptasi untuk mengatasi kondisi tersebut.

  1. Sandingkan menu baru dengan menu kesukaannya. Biarkan anak memilih meskipun pada awalnya dia akan tetap memilih makanan favoritnya. Penelitian menyebutkan bahwa anak akan memilih menu baru pada saat menu itu disodorkan setelah 10 kali. Beri contoh juga dengan Mam ikut memakannya. Si kecil cenderung mengikuti perilaku orang dewasa di sekitarnya, oleh sebab itu ada baiknya Mam memberikan tauladan bahwa menu baru tersebut enak dimakan.
  2. Atur jadwal makan si kecil dengan tidak memberikannya camilan menjelang jam makan. Mengenalkan rasa lapar juga bisa lewat jadwal makan yang konsisten setiap harinya. Jika si kecil sudah terbiasa dengan rasa lapar mendekati jam makannya, dia akan tergerak untuk memakan apa saja yang ada di hadapannya.
  3. Bangun suasana yang asyik di meja makan. Suasana makan yang menyenangkan akan membuat si kecil menikmati waktu makan bersama keluarganya. Sebaiknya memang orangtua membiasakan makan bersama tanpa interupsi melihat TV, bermain, atau makan sambil digendong.
  4. Tidak menggantikan peran makan dengan susu. Ada orangtua yang beranggapan susu dapat menggantikan nutrisi makanan. Hal tersebut tidak sepenuhnya tepat. Batasi asupan susu sapi pada anak maksimal 500 ml/hari. Bisa jadi si kecil susah makan akibat kenyang susu. 
  5. Ada baiknya Mam berkonsultasi dengan dokter jika permasalahan makan si kecil tidak kunjung membaik. Bisa jadi si kecil mengalami kekurangan zat besi, yang menyebabkannya kehilangan selera makan. Dokter dapat memberikan resep suplemen penambah zat besi jika memang diperlukan.


Nah, Mam itu tadi beberapa tips mengatasi balita susah makan. Selamat mencoba!

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Label